Bismillahirrohmaanirrohiim

Ulama Ummy

Oleh Ahmad Tsauri

Ada Ulama besar, dikenal kewaliannya namun umiy: tidak bisa baca dan tulis. Setidaknya ada dua paling populer; pertama Syeikh Ali Al Khawas guru besarnya, guru futuhnya Imam Abdul Wahab Syarani. Kedua Syeikh Abdul Aziz Adabag.

Barangkali Imam Abdullah bin Alwi Al Hadad yang hilang penglihatannya sejak balita bisa masuk ke kelompok ini.

Namun demikian jika melihat semua rasail Imam Hadad, tulisan beliau bernash, merupakan intisari dari Al Quran Hadis dan Qaul Ulama yang beliau resume agar mudah diamalkan. 

Ada dua tokoh yang konsen melakukan proyek "tashil umat" Proyek raksasa dalam "menyerhanakan" agar umat mudah menjalankan 3 pilar Islam: Iman, Islam dan Ihsan, pertama Syeikh Abdul Wahab Syarani kedua Imam Abdullah bin Alwi Al Hadad. 

Perlu diingat, umiy-nya Syeikh Ali Al Khawash tidak bisa disamakan dengan tidak membaca kitab orang dijaman ini, umiy-nya Syeikh Ali Al Khawas tetap memiliki kemampuan الإحاطة بعلوم الشريعة والحقيقة. Beliau menguasai mendalam ilmu-ilmu syariah dan hakikat mukasyafah. 

Bayangkan ulama yang mendaku sampai pada level mujtahid saja seperti Syeikh Abdul Wahab Syarani beliau bersimpuh dihadapan Syeikh Ali Al Khawas. Padahal kalau dilihat dalam -nyaris semua- kitabnya Syeikh Abdul Wahab Syarani selalu memproklamirkan; أنا أول من ألف فى هذه الفن , baru saya yang menulis dalam bidang ini, boleh kroscek di Mizan Kubra atau dalam Kashful Gumah an Jamiil Umah; kitab ini dibaca oleh Al Alamah Habib Umar bin Hafidz di Darul Mustafa. 

Meskipun demikian Syeikh Abdul Wahab Syarani mulazamah tammah dihadapan Syeikh Ali Khawas; ada kitab khusus hasil tanya jawab beliau dengan gurunya ini yaitu kitab al-Jawahir WA durar. Dan karena intimasi dan atsar yang kuat, nyaris di semua kitab Syeikh Abdul Wahab ada keterangan Syeikh Ali Khawas yang beliau kutip, disemua kitab; dalam minanul kubra, dalam Lathaif, dalam thabaqat kubra, thabaqat suara, tanbihul mugtarin dan lainnya. 

Jadi jangan lah orang se agung Syeikh Ali Khawas dipadankan dengan orang awam yang tarafnya jahl, tidak faham akidah, Tauhid, fikih bahkan yang daruriat, sesuatu tidak dapat ditoleransi jika kita tidak mengetahuinya.

Apalagi menyamakan dengan umiynya Rasulullah SAW. Ya Allah jauh sekali. Kalau ada yang mendaku kasyaf pada zaman ini tapi umiy; tidak bisa baca kitab itu orang malas yang tidak layak diikuti. Dulu umiy karena fasilitas terbatas tapi tetap hadir di majlis ulama besar, dan genius bisa hafal al Quran dan hadis dengan cepat. 

Sudahlah mau ke hakikat pintunya harus dari Syariat. Tidak bisa ditawar dan kalau dibalik itu namanya ngawur.


.

PALING DIMINATI

Back To Top