oleh Ruly Achdiat S
Guru kami, Yai Abdul Wahab Ahmad, menulis sesuatu yang pendek. Tapi bikin saya lama berpikir.
Kita semua pernah lihat animasi gravitasi model kain trampolin. Bola besar di tengah, kain melengkung ke bawah, planet berputar di sekelilingnya. Gampang dipahami, tapi menyesatkan di satu hal penting: animasi itu hanya menggambarkan ruang. Padahal menurut Einstein, yang dilengkungkan oleh massa adalah ruang DAN waktu.
—
## WAKTU BERJALAN BERBEDA
Makin dekat ke benda bermassa besar, jam berdetak makin lambat. Ini sudah diukur. Tahun 1959, Pound dan Rebka di Harvard menempatkan pemancar di puncak menara dan detektor sekitar 22,5 meter di bawahnya. Mereka berhasil menunjukkan bahwa jam di ketinggian berbeda memang berjalan dengan laju berbeda. Beda tinggi sebuah gedung saja sudah cukup.
Contoh yang lebih dekat: GPS di ponsel kita. Karena bergerak cepat, jam satelit GPS berjalan sekitar 7 mikrodetik per hari lebih lambat. Tapi karena gravitasi di orbit lebih lemah, jam itu berjalan sekitar 45 mikrodetik lebih cepat. Selisih bersihnya kira-kira 38 mikrodetik per hari. Kalau tidak dikoreksi, posisi di peta bisa meleset sekitar 11 kilometer.
Untuk benda yang bergerak lambat seperti apel atau planet, bagian waktu inilah yang paling menentukan. Apel tidak "ditarik". Ia hanya mengikuti jalur paling lurus di ruang-waktu yang sudah dilengkungkan massa. Karena waktu berjalan lebih lambat di dekat massa, jalur lurus itu secara alami mengarah ke sana.
—
## RUANG-WAKTU PUNYA AWAL
Ruang-waktu bisa melengkung dan bisa mengembang. Model kosmologi standar menempatkan awalnya pada Big Bang. Tahun 2003, Borde, Guth, dan Vilenkin membuktikan bahwa alam semesta yang terus mengembang dengan cukup cepat tidak bisa abadi ke masa lalu. Ada batas di belakangnya.
Tetap perlu jujur: Vilenkin sendiri mengaku belum benar-benar memahami bagaimana alam semesta bermula. Sains bisa direvisi. Aqidah tidak bersandar padanya.
Tapi arah datanya jelas. Ruang dan waktu bukan wadah abadi. Ia bagian dari alam semesta. ๐ฐ๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐.
—
## DI LUAR RUANG DAN WAKTU
Dalam Islam, segala sesuatu selain Allah adalah makhluk. Allah tidak bertempat di dalam ciptaan-Nya dan tidak membutuhkan ciptaan-Nya.
Imam ath-Thahawi menulis bahwa Allah qadimun bila ibtida', da'imun bila intiha': Maha Dahulu tanpa permulaan, kekal tanpa akhir. Beliau juga menulis bahwa Dia tidak diliputi enam arah seperti makhluk-makhluk lainnya: atas, bawah, depan, belakang, kanan, kiri. Persis "arah bawah" yang digambarkan animasi trampolin tadi.
Kita juga sering bilang "Allah ada sebelum ruang dan waktu". Padahal kata "sebelum" itu sendiri sudah mengandung makna waktu. Maksudnya Allah itu azali, ada TANPA permulaan.
Rasulullah ๏ทบ bersabda: "Allah telah ada, dan tidak ada sesuatu pun selain-Nya." (HR. Bukhari no. 3191)
—
Lebih dari seribu tahun sebelum Einstein, penyair zaman Abbasiyah, Abu al-Atahiya, menulis:
ََِِّูููู ِูู ُِّูู ุชَุญْุฑَِููุฉٍ ... َِููู ُِّูู ุชَุณَِْูููุฉٍ ุดَุงِูุฏُ
َِููู ُِّูู ุดَْูุกٍ َُูู ุขَูุฉٌ ... ุชَุฏُُّู ุนََูู ุฃََُّูู َูุงุญِุฏُ
๐๐๐๐ ๐ ๐๐ก๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐ ๐๐ก๐๐๐ ๐๐๐๐,
๐๐๐ ๐ ๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐ ๐ด๐๐๐โ.
๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐ ๐ข๐๐ก๐ข ๐๐๐ ๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐๐-๐๐ฆ๐,
๐ฆ๐๐๐ ๐๐๐๐ข๐๐๐ข๐๐๐๐ ๐๐โ๐ค๐ ๐ท๐๐ ๐ธ๐ ๐.
Semoga Allah menjaga guru-guru kami yang mulia, dan melimpahkan keberkahan kepada mereka. ๐คฒ
๐๐๐๐๐โ๐ข ๐'๐๐๐ ๐๐๐ โ๐ โ๐๐ค๐๐.
๐ต๐ถ๐ญ๐ช๐ด.๐ด๐ช๐ฎ๐ฆ๐ช.๐ถ๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ณ๐ถ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฆ๐ด๐ข๐ช ๐ด๐ข๐บ๐ข. ๐๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ต๐ถ๐ญ๐ช๐ด๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ
๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ค๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฑ ๐ณ๐ถ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช ๐ด๐ช๐ฏ๐ช
๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ญ๐ช๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข.