Bismillahirrohmaanirrohiim

Menulis Buku dengan Microsoft Word dan Copilot


by Dr. Ahmad Sarwat, Lc.,MA

Selama bertahun-tahun, menulis buku identik dengan pekerjaan yang panjang dan melelahkan. Seorang penulis harus memikirkan ide, menyusun kerangka, mencari referensi, mengembangkan pembahasan, lalu mengetik semuanya secara manual dari awal hingga akhir.

Banyak orang memiliki pengetahuan yang luas dan pengalaman yang berharga, tetapi tidak pernah berhasil menuliskannya menjadi sebuah buku. Bukan karena mereka tidak mampu, melainkan karena proses menulis sering terasa terlalu berat, memakan waktu, dan menguras tenaga.

Dengan teknologi AI, banyak orang yang merasa terbantu dalam menulis. Semua agen AI mulai dari Chat GPT, Gemini, Claude dan lainnya, pastinya bisa dijadikan alat bantu dalam menulis.

Sebelumnya saya sempat menulis bahwa AI itu lebih sering saya gunakan sebagai parter diskusi dan kritisi atas pemikiran, sebelum jadi buku. Dasn jika sudah jadi, barulah semua hasilnya saya copas ke MS Word untuk disusun agar layak jadi buku.

Beberapa layanan AI kemudian ada yang menawarkan bahwa hasilnya tidak perlu dicopas, cukup disave dan dieksport jadi file MS word. Tentu ini terobosan baru.

Hanya saja ketika sudah jadi file docx lalu misalnya ada bagian tertentu yang harus diedit atau ditambahi atau dikurangi atau mungkin malah dihapus, mau tidak mau semua harus dilakukan secara manual. 

Kini keadaan mulai berubah.

Microsoft menghadirkan teknologi kecerdasan buatan bernama Copilot yang terintegrasi langsung di dalam Microsoft Word. Kita tidak lagi membuka agen AI, tapi yang kita buka adalah aplikasi MS WORD langsung dengan halaman putih. 

Sebagian besar pengguna, termasuk saya, masih mengenal Microsoft Word sebatas mesin ketik listrik, yaitu media tempat mengetik surat, laporan, artikel, atau buku.

Pada masa lalu, Word hanyalah alat. Kita yang harus berpikir, menyusun kalimat, dan mengetik semuanya sendiri.

Sekarang situasinya berbeda. Di sisi kanan layar Microsoft Word terdapat panel Copilot yang dapat diajak berkomunikasi layaknya seorang asisten pribadi. Kita dapat bertanya, berdiskusi, meminta penjelasan, mencari ide, bahkan memerintahkan Copilot untuk membuat atau menyempurnakan tulisan.

Panel tersebut dapat dianggap sebagai sebuah ruang diskusi pribadi (sandbox). Di situlah penulis dan Copilot bertukar gagasan. Setelah diskusi selesai, hasilnya dapat langsung dituangkan ke dalam dokumen yang sedang ditulis.

Bagi banyak orang, pengalaman ini terasa seperti memiliki seorang asisten penulis yang tidak pernah lelah dan selalu siap membantu 24 jam sehari.

Dari Mengetik Menjadi Berdiskusi

Terus terang ini adalah cara menulis yang sama sekali baru. Dahulu penulis harus memulai dari halaman kosong. Halaman putih sering menjadi musuh terbesar penulis. Banyak orang tahu apa yang ingin ditulis, tetapi bingung bagaimana memulainya.

Ta[i sekarang dengan Copilot, proses tersebut menjadi jauh lebih mudah. Penulis cukup menuliskan perintah sederhana seperti:

"Buatkan kerangka buku tentang sejarah perkembangan Islam di Nusantara."

Maka dalam hitungan detik, Copilot akan menyusun daftar isi, pembagian bab, serta urutan pembahasan yang logis.

Setelah itu penulis bisa melanjutkan:

"Kembangkan Bab 1 menjadi tiga subbab."

atau

"Tambahkan pembahasan mengenai jalur perdagangan dan penyebaran Islam."

Copilot akan membantu menyusun uraian berdasarkan arahan tersebut.

Akibatnya, aktivitas menulis berubah menjadi aktivitas berdiskusi. Penulis tidak lagi bergelut sendirian dengan halaman kosong, tetapi berdialog dengan Copilot sampai memperoleh hasil yang sesuai harapan.

Menulis Tanpa Banyak Mengetik

Konsep ini memastika bahwa pada dasarnya ide dan pemikiran dasarnya tetap dari manusia. Namun secara teknis penulisannya yang dibantu oleh AI.

Zaman dulu almarhumah ibu saya juga banyak menulis. Beliau menulis pakai kertas dan pulpen tinta. Pastinya penuh coretan, salah tulisan, bahkan sering kali kalimatnya berputar-putar. 

Saya kemudian menjadi asisten beliau, tulisan tangan yang keriting itu saya ketik ulang di MS Word, sambil terpaksa harus memperbaiki struktur kalimat, bahasa, diksi dan juga paragraf. 

Semua harus saya lakukan secara manual dan pakai otak kanan dan kiri sekaligus.  

Tapi sekarang sudah ada AI, yang paling menyatu dengan MS wird adalah Copilot. Salah satu kelebihan terbesar Copilot adalah kemampuannya mengubah ide sederhana menjadi naskah yang lebih lengkap.

***

1. Mencari Referensi Menjadi Lebih Praktis

Dalam proses penulisan buku, mencari referensi sering menghabiskan waktu lebih lama daripada menulis itu sendiri.

Penulis harus membuka banyak situs, membaca berbagai artikel, membandingkan informasi, kemudian merangkumnya kembali. Disinilah Copilot membantu mempercepat pekerjaan tersebut secara langsung di dalam MS Word. Maka tidak perlu copas copas lagi. Langsung di tempat yang seharusnya kita tulis.

Misalnya seorang penulis sedang menyusun buku tentang perkembangan teknologi. Ia dapat bertanya:

"Jelaskan perkembangan kecerdasan buatan dalam sepuluh tahun terakhir." Aatau : "Apa dampak revolusi industri 4.0 terhadap dunia pendidikan?"

Copilot akan memberikan uraian yang dapat menjadi bahan awal untuk pengembangan tulisan.

Bagi penulis, hal ini sangat bermanfaat karena proses pengumpulan informasi menjadi lebih efisien. Penulis dapat lebih fokus pada isi dan pesan buku daripada menghabiskan waktu berpindah-pindah antara banyak aplikasi.

2. Membantu Menyusun Kerangka Buku

Salah satu kesulitan terbesar penulis pemula adalah menyusun struktur buku. Mereka memiliki banyak ide, tetapi tidak tahu urutan pembahasannya. Disinilah Copilot dapat membantu menyusun peta besar sebuah buku langsung di dalam MS Word. Maka tidak perlu copas copas lagi. Langsung di tempat yang seharusnya kita tulis.

Misalnya seorang guru ingin menulis buku tentang pendidikan keluarga. Ia cukup memberikan instruksi:

"Buatkan kerangka buku setebal 200 halaman mengenai pendidikan keluarga di era digital."

Hasil yang diperoleh biasanya sudah berupa pembagian bab yang runtut dan sistematis.

Penulis kemudian tinggal melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan. Dengan cara ini, penulis dapat menghemat banyak waktu dalam tahap perencanaan. Maka tidak perlu copas copas lagi. Langsung di tempat yang seharusnya kita tulis yaitu di halaman MS Word.

3. Membantu Menyempurnakan Bahasa

Tidak semua orang terbiasa menulis dengan bahasa yang baik. Ada yang terlalu panjang sehingga sulit dipahami. Ada pula yang terlalu singkat sehingga maksudnya kurang jelas. Copilot dapat membantu memperbaiki kualitas bahasa. Maka tidak perlu copas copas lagi. Langsung di tempat yang seharusnya kita tulis.

Misalnya penulis dapat meminta: "Perbaiki paragraf ini agar lebih formal." atau : "Ubah tulisan ini menjadi bahasa populer yang mudah dipahami pembaca umum."

Bahkan Copilot juga dapat membantu membuat tulisan menjadi lebih akademis, lebih persuasif, lebih santai, atau lebih ringkas sesuai kebutuhan.

Kemampuan ini sangat membantu penulis yang memiliki banyak pengetahuan tetapi merasa kurang percaya diri dalam urusan gaya bahasa.

* * *

1. Menulis Buku Sejarah

Bayangkan seorang penulis ingin membuat buku sejarah. Ia memulai dengan perintah:

"Buatkan kerangka buku tentang sejarah Kesultanan Aceh."

Setelah kerangka muncul, ia melanjutkan:

"Kembangkan Bab 1 mengenai kondisi Nusantara sebelum berdirinya Kesultanan Aceh."

Copilot kemudian menyusun beberapa halaman naskah.

Penulis lalu berkata:

"Tambahkan penjelasan tentang jalur perdagangan internasional."

Copilot memperluas pembahasan tersebut.

Setelah itu penulis memeriksa hasilnya, melakukan koreksi, menambahkan sumber rujukan, serta memasukkan analisis sendiri.

Dalam waktu yang relatif singkat, sebuah bab yang semula belum ada dapat berkembang menjadi puluhan halaman.

2. Menulis Buku Motivasi

Misalnya seseorang ingin menulis buku motivasi. Ia dapat memulai dengan perintah:

"Buatkan daftar isi buku motivasi tentang membangun kebiasaan positif."

Setelah itu:

"Tulis pendahuluan yang menginspirasi dan menyentuh pembaca."

Kemudian:

"Berikan lima kisah sederhana tentang orang yang berhasil mengubah hidup melalui kebiasaan kecil."

Setiap kali hasil muncul, penulis dapat mengoreksi, mengurangi, memperluas, atau mengarahkan kembali sesuai kebutuhan.

Lama-kelamaan seluruh isi buku tersusun melalui proses diskusi yang berkesinambungan.

3. Menulis Buku Pelajaran

Bagi guru dan dosen, Copilot juga sangat membantu. Misalnya:

"Buatkan Bab tentang Perang Diponegoro untuk siswa SMA."

Kemudian:

"Sederhanakan bahasa agar sesuai untuk siswa kelas 10."

Lalu:

"Tambahkan rangkuman dan soal latihan di akhir bab."

Dalam beberapa menit, bahan ajar yang sebelumnya membutuhkan waktu berjam-jam dapat tersusun dengan cepat.

* * *

Apakah Copilot Akan Menggantikan Penulis?

Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah Copilot akan menggantikan peran penulis. Jawabannya tegas dan sederhana : tidak.

Copilot tidak memiliki pengalaman hidup. Ia tidak memiliki kenangan, emosi, keyakinan, ataupun sudut pandang pribadi. Semua itu tetap dimiliki manusia.

Ide besar sebuah buku tetap berasal dari penulis. Pengalaman hidup berasal dari penulis. Analisis dan pandangan unik juga berasal dari penulis.

Copilot hanyalah alat bantu yang membantu menyusun, mengembangkan, dan mempercepat proses penulisan.

Karena itu, buku yang dihasilkan akan tetap mencerminkan siapa penulisnya.

Masa Depan Penulis Adalah Kolaborasi dengan AI

Dulu banyak orang beranggapan bahwa kecerdasan buatan akan menggantikan manusia. Kenyataannya justru berbeda.

Dalam dunia penulisan, AI lebih tepat dipandang sebagai partner kerja. Ia membantu pekerjaan yang berulang dan memakan waktu, sementara manusia tetap bertugas menentukan arah, isi, dan kualitas akhir tulisan.

Penulis yang mampu berkolaborasi dengan AI akan memiliki produktivitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Mereka bisa menyelesaikan riset lebih cepat, menulis lebih banyak, serta menghasilkan buku dalam waktu yang lebih singkat tanpa mengorbankan kualitas.

Penutup: Era Baru Dunia Penulisan

Kehadiran Copilot di Microsoft Word merupakan salah satu perubahan terbesar dalam dunia kepenulisan sejak munculnya komputer dan pengolah kata modern.

Kini seorang penulis tidak lagi harus duduk berjam-jam memandangi halaman kosong. Ia dapat berdialog dengan Copilot, bertukar gagasan, meminta bantuan menyusun kerangka, mengembangkan pembahasan, memperbaiki bahasa, hingga membantu mencari informasi pendukung.

Singkatnya, menulis buku pada era Microsoft Word dan Copilot bukan lagi sekadar kegiatan mengetik. Menulis telah berubah menjadi proses kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan.

Jika dahulu penulis menulis sendirian, kini ia memiliki teman diskusi yang selalu siap membantu. Ide tetap datang dari manusia, tetapi proses mewujudkannya menjadi buku dapat berlangsung jauh lebih cepat dengan bantuan Copilot.

Masa depan penulisan bukanlah manusia atau AI. Masa depan penulisan adalah manusia bersama AI.

* * *

Mau? Bayar . . . 

Nah ini yang paling nggak enak, semua itu ternyata tidak bisa kita dapat dengan gratis, tapi kudu bayar. Untuk mendapatkan fitur-fitur AI yang terintegrasi langsung di dalam Word, pengguna biasanya memerlukan langganan Microsoft 365 yang mencakup Copilot atau paket Copilot tertentu.

1. Konsepnya Bukan Beli Putus, Tetapi Berlangganan

Banyak orang masih terbiasa dengan pola lama, yaitu membeli program sekali lalu menggunakannya selamanya. Microsoft sekarang menerapkan sistem yang berbeda. Sebagian besar layanan modern mereka menggunakan model langganan (subscription).

Artinya, pengguna membayar biaya bulanan atau tahunan untuk memperoleh akses ke Word, Excel, PowerPoint, OneDrive, dan berbagai fitur AI Copilot yang tersedia dalam paket tersebut.

Selama masa langganan aktif, pengguna dapat memakai seluruh fasilitas yang disediakan sesuai jenis paket yang dimiliki. Jika langganan dihentikan, maka akses ke fitur premium Copilot juga akan berhenti.

2. Apa Saja yang Didapat dari Biaya Langganan?

Sebagian orang mungkin bertanya: "Mengapa harus bayar?" Jawabannya sederhana. Kita tidak hanya membayar program Word, tetapi juga membayar berbagai layanan yang bekerja di belakang layar.

Di dalam paket Microsoft 365, pengguna umumnya memperoleh aplikasi Word, Excel, PowerPoint, Outlook, penyimpanan cloud OneDrive, pembaruan fitur secara berkala, serta kemampuan AI Copilot yang membantu membuat, mengembangkan, meringkas, dan menyempurnakan dokumen.

Dengan kata lain, yang dibayar bukan sekadar aplikasi pengetik, melainkan sebuah ekosistem kerja yang terus diperbarui.

Apakah Semua Pengguna Mendapat Fasilitas yang Sama?

Belum tentu. Microsoft menyediakan beberapa jenis paket langganan untuk kebutuhan yang berbeda-beda. Ada paket untuk pengguna pribadi, keluarga, dan bisnis. Fitur AI, kapasitas penggunaan, serta batas pemakaian dapat berbeda tergantung paket yang dipilih.

Karena itu, sebelum berlangganan sebaiknya pengguna membaca terlebih dahulu fasilitas yang termasuk dalam paket yang akan dibeli.

3. Apakah Biayanya Layak?

Jawaban pertanyaan ini tergantung pada kebutuhan masing-masing. Bagi orang yang hanya sesekali membuka Word untuk mengetik satu atau dua halaman, biaya langganan mungkin terasa kurang menarik.

Namun bagi penulis buku, dosen, guru, peneliti, konsultan, pebisnis, atau siapa saja yang setiap hari bekerja dengan dokumen, Copilot dapat menghemat waktu berjam-jam setiap minggu.

Jika biasanya menyusun kerangka buku membutuhkan dua jam, lalu dengan Copilot hanya memerlukan beberapa menit, maka yang sebenarnya dibeli bukan sekadar perangkat lunak, melainkan penghematan waktu dan peningkatan produktivitas. Anggap Saja Mempekerjakan Asisten Pribadi

Cara paling mudah memahami biaya Copilot adalah dengan membayangkan kita memiliki seorang asisten pribadi.

Tentu seorang asisten tidak bekerja secara gratis. Ia dibayar karena membantu mencari informasi, menyusun dokumen, merapikan tulisan, dan mempercepat pekerjaan.

Copilot bekerja dengan prinsip yang mirip. Bedanya, asisten tersebut hadir di dalam Microsoft Word dan siap membantu kapan pun dibutuhkan.

Karena itulah, pertanyaan yang tepat bukanlah "Mengapa harus bayar?", melainkan "Seberapa besar manfaat yang saya peroleh dibandingkan biaya yang saya keluarkan?"

Bagi banyak penulis, jawabannya cukup jelas: waktu yang dihemat sering kali jauh lebih berharga daripada biaya langganannya.

* * *

Mereka sudah berlangganan Microsoft 365, membuka Word, melihat ikon Copilot, lalu mengira bisa menggunakannya tanpa batas. 

Namun setelah beberapa kali meminta Copilot membuat tulisan panjang, mengembangkan bab buku, atau melakukan revisi berulang-ulang, tiba-tiba muncul pemberitahuan bahwa penggunaan telah mencapai batas tertentu. Microsoft kemudian menawarkan paket yang lebih tinggi.

Paket Microsoft 365 Biasa dan Paket yang Lebih Tinggi

Microsoft saat ini menyediakan beberapa tingkat langganan.

Pada paket Microsoft 365 Personal atau Family, pengguna sudah mendapatkan Word, Excel, PowerPoint, Outlook, OneDrive, dan akses Copilot di berbagai aplikasi Microsoft 365. Namun kapasitas penggunaan AI tidak sebesar paket yang lebih tinggi.

Microsoft juga menawarkan paket yang memiliki penggunaan Copilot lebih besar dibanding paket standar, termasuk Microsoft 365 Premium. Microsoft menjelaskan bahwa paket tersebut menyediakan penggunaan Copilot yang lebih luas dibanding paket biasa.

Berapa Biayanya?

Menurut halaman resmi Microsoft yang saya temukan, harga yang ditampilkan untuk pasar Amerika Serikat adalah:

Microsoft 365 Personal: sekitar USD 99,99 per tahun atau USD 9,99 per bulan.
Microsoft 365 Family: sekitar USD 129,99 per tahun atau USD 12,99 per bulan.
Microsoft 365 Premium: sekitar USD 199,99 per tahun atau USD 19,99 per bulan.

Harga di Indonesia bisa berbeda karena kurs, pajak, promosi, dan kebijakan Microsoft setempat.

Cara Upgrade

Prosesnya relatif sederhana.

Masuk ke akun Microsoft yang digunakan untuk berlangganan.
Buka halaman langganan Microsoft.
Pilih menu Upgrade atau Ganti Paket.
Pilih paket yang menawarkan penggunaan Copilot lebih besar.
Lakukan pembayaran menggunakan kartu kredit, kartu debit yang didukung, atau metode pembayaran lain yang tersedia di wilayah Anda.

Setelah pembayaran berhasil, hak penggunaan Copilot akan mengikuti paket baru yang dipilih.

Apa yang Didapat?

Bila menggunakan paket yang lebih tinggi, pengguna umumnya memperoleh:

Penggunaan Copilot yang lebih besar dibanding paket standar.
Penggunaan AI untuk Word, Excel, PowerPoint, Outlook, dan OneNote.
Penyimpanan OneDrive.
Fitur AI tambahan seperti pembuatan gambar dan berbagai kemampuan Copilot lainnya dalam ekosistem Microsoft 365.
Apakah Layak untuk Penulis Buku?

Bagi orang yang hanya mengetik surat sesekali, mungkin tidak terlalu terasa manfaatnya.

Tetapi bagi penulis buku seperti Anda yang mengerjakan naskah ratusan halaman, menggunakan Copilot untuk menyusun kerangka, mengembangkan subbab, membuat ringkasan, memperbaiki bahasa, dan mencari ide setiap hari, kuota yang lebih besar bisa menjadi kebutuhan nyata.

Dalam praktiknya, banyak penulis akhirnya menganggap biaya langganan tambahan tersebut sebagai biaya "mempekerjakan asisten penulis digital". Semakin besar pekerjaan yang dibantu Copilot, semakin terasa nilai dari paket yang lebih tinggi.

Singkatnya: Copilot memang dapat membantu menulis buku dengan sangat cepat, tetapi untuk penggunaan berat dan jangka panjang, biasanya pengguna perlu naik ke paket yang menyediakan kapasitas AI lebih besar daripada langganan Microsoft 365 standar.


.

PALING DIMINATI

Back To Top