Oleh Nur Fuad
Izin Menjawab, Yi Muhammad Ulil Albab. Apakah menyentuh testis dapat membatalkan wudlu'?
Jawaban:
Tidak, menyentuh testis bulu kemaluan, pantat, paha, pria androgini (meril) menyentuh orang Yahudi, potong kuku, rambut dan lain sebagainya tidak membatalkan wudlu, namun disunnahkan untuk wudlu lagi.
Referensi:
(Fathul Mu'in: Maktabah Syamilah)
يندب الوضوء من مس نحو العانة وباطن الإلية والأنثيين وشعر نبت فوق ذكر وأصل فخذ ولمس صغيرة وأمرد وأبرص ويهودي ومن نحو فصد ونظر بشهوة ولو إلى محرم وتلفظ بمعصية وغضب وحمل ميت ومسه وقص ظفر وشارب وحلق رأسه
"Dan disunnahkan berwudlu karena menyentuh semacam bulu kemaluan, bagian dalam pantat, dan dua testis, rambut yang tumbuh di atas dzakar dan pangkal paha, menyentuh gadis kecil (tanpa syahwat), amrod (meril), orang sakit kusta, orang Yahudi, orang semacam (setelah) bekam, memandang dengan syahwat meski kepada mahromnya sendiri, mengucapkan kalimat maksiat dan marah, membawa dan menyentuh mayat, memotong kuku dan kumis, dan potong rambut kepala."
Al-majmu' Syarah Muhadzzab:
قَالَ أَصْحَابُنَا لَا يَنْقُضُ مَسُّ الْأُنْثَيَيْنِ وَشَعْرِ الْعَانَةِ مِنْ الرَّجُلِ والمرأة ولا موضع الشعر ولا مابين القبل والدبر ولا مابين الْأَلْيَيْنِ وَإِنَّمَا يَنْقُضُ نَفْسُ الذَّكَرِ وَحَلْقَةُ الدُّبُرِ وملتقى شفرى المرأة فان مست ما رواء الشَّفْرِ لَمْ يَنْقُضْ بِلَا خِلَافٍ صَرَّحَ بِهِ امام الحرمين والبغوى وآخرون
Ashab kita berpendapat bahwa tidak membatalkan wudlu sebab menyentuh dua testis, bulu kemaluan, baik dari Laki-laki atau pun Perempuan, tempat tumbuhnya rambut kemaluan, tempat di antara qubul dan dubur, dan tempat antara dua pantat. Adapun yang membatalkan wudlu adalah dzakar dan bulat-bulatnya dubur dan ujung dua bibir vagina. Apabila menyentuh sebelah bibir vagina tidak membatalkan wudlu tanpa khilaf, pendapat ini dijelaskan oleh Imam Haromain, Al-baghowiy dan ulama lainnya.
[النووي، المجموع شرح المهذب، ٤٠/٢]