Bismillahirrohmaanirrohiim

Membaca Sejarah Sebelum Isra Mi'raj

Oleh KH. Ma'ruf Khozin 

Kadang saya merasa bosan sendiri kalau acara Isra' dan Mi'raj materinya hanya seputar itu-itu saja. Sampai jemaah dan anak kecil hapal semua. Mulailah saya membuka kitab-kitab Tarikh dan akhirnya berjumpa dengan Kitab Fiqh Sirah Nabawiyah, karya Syekh Ramadhan Al-Buthi.

Di halaman 97, Syekh Ramadhan Al-Buthi meringkas beberapa peristiwa yang terjadi di tahun ke 10 dari kenabian. Ternyata sebelum Isra' dan Mi'raj ada kejadian-kejadian yang melatarbelakangi, yaitu wafatnya Paman Nabi, Abu Thalib, juga wafatnya istri Nabi, Sayidah Khadijah. Tahun tersebut dikenal dengan nama Tahun Berduka (عام الحزن). Beliau berkata:

ﻭﻗﺪ ﻛﺎﻧﺖ ﺧﺪﻳﺠﺔ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ، ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ اﺑﻦ ﻫﺸﺎﻡ، ﻭﺯﻳﺮ ﺻﺪﻕ ﻋﻠﻰ اﻹﺳﻼﻡ، ﻳﺸﻜﻮ اﻟﺮﺳﻮﻝ ﺇﻟﻴﻬﺎ ﻭﻳﺠﺪ ﻋﻨﺪﻫﺎ ﺃﻧﺴﻪ ﻭﺳﻠﻮاﻩ. ﺃﻣﺎ ﺃﺑﻮ ﻃﺎﻟﺐ، ﻓﻘﺪ ﻛﺎﻥ ﻋﻀﺪا ﻭﺣﺮﺯا ﻓﻲ ﺃﻣﺮﻩ، ﻭﻛﺎﻥ ﻧﺎﺻﺮا ﻟﻪ ﻋﻠﻰ ﻗﻮﻣﻪ.

Khadijah, seperti yang dikatakan oleh sejarawan Ibnu Hisyam, adalah pendamping setia dalam Islam. Kepadanya Nabi mengadu dan di sisi Khadijah Nabi menemukan ketenangan dan terhibur. Sementara Abu Thalib adalah penjaga dan penolong Nabi dari kaumnya 

ﻳﻘﻮﻝ اﺑﻦ ﻫﺸﺎﻡﻓﻠﻤﺎ ﻫﻠﻚ ﺃﺑﻮ ﻃﺎﻟﺐ ﻧﺎﻟﺖ ﻗﺮﻳﺶ ﻣﻦ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻦ اﻷﺫﻯ ﻣﺎ ﻟﻢ ﺗﻜﻦ ﺗﻄﻤﻊ ﺑﻪ ﻓﻲ ﺣﻴﺎﺓ ﺃﺑﻲ ﻃﺎﻟﺐ
 
Ibnu Hisyam mengatakan bahwa setelah Abu Thalib tiada, maka musyrikin Quraisy mulai menyakiti Nabi shalallahu alaihi wasallam, mereka tidak bisa melakukan kepada Nabi saat Abu Thalib hidup.

Tidak cukup di situ ujian hidup Nabi. Beliau sempat pergi ke Thaif bersama Zaid bin Haritsah, bermaksud hijrah dan minta bantuan. Namun justru penduduk Thaif menolak, melempar Nabi dengan batu, hingga Nabi kembali ke Mekah. Di saat yang sama, para Sahabat juga mengalami penganiayaan. Di masa itulah Nabi memberangkatkan sebagian Sahabat hijrah gelombang kedua menuju Habasyah (Ethiopia).

Saat puncak ujian hidup itulah Allah menganugerahkan mukjizat dengan memberangkatkan Nabi dalam peristiwa Isra' dan Mi'raj. Yang pada intinya adalah mendapatkan perintah Salat. Dari sini kita dapat memetik satu hikmah bahwa seberat apapun problem kita -tentu tidak seberat yang dialami oleh Nabi- jangan tinggalkan Salat. Bahkan dalam Hadis Sahih Nabi bersabda:

ﻭﺟﻌﻠﺖ ﻗﺮﺓ ﻋﻴﻨﻲ ﻓﻲ اﻟﺼﻼﺓ (ﺣﻢ ﻧ ﻛ ﻫﻖ) ﻋﻦ ﺃﻧﺲ.

"Dan yang menjadi pelipur lara bagiku ada di dalam Salat" (HR Ahmad, Nasai, Hakim dan Al-Baihaqi dari Anas)

Terkait ibadah Salat sebagai janji Allah untuk rezeki (ada di slide) juga ada beberapa Salat Sunah, seperti Salat Hajat, Salat Dhuha, Salat Istikharah yang saya jelaskan di YouTube Masjid Jamik Malang. https://youtube.com/live/PWuWYJ4Jc_U?si=nRBgtw01xaXHOwGP

• Masjid Jamik Malang, sekaligus menjadi tempat nostalgia bagi saya, kala dahulu diajak Abah untuk hadir dalam undangan Habib Alwi Alaydrus bersama para kiai dan Habaib se Malang Raya. Masjid ini adalah saksi sejarah hubungan baik antara para Kiai dan Habaib.


.

PALING DIMINATI

Back To Top