oleh M Ginanjar Sya'ban
Dalam manuskrip berisi ijazâh ‘ilmiyyah yang diberikan kepada Syaikh ‘Abd al-Sattâr al-Dihlawî (w. 1936) di Makkah pada tarikh 23 Rabi’ul Tsani 1307 Hijri (16 Desember 1889), Syaikh Nawawi al-Bantani (w. 1897) menyebutkan sejumlah nama gurunya yang menjadi sumber silsilah keilmuannya.
Di antara nama guru Syaikh Nawawi yang disebutkannya dalam teks ijâzah tersebut, antara lain Syaikh Yûsuf al-Sunbulâwainî (w. 1868), Sayyid Ahmad al-Nahrâwî al-Mishrî (w. 1874), Syaikh ‘Alî al-Râhibainî (w. 1876), Syaikh ‘Abd al-Hamîd al-Dâghastânî (w. 1885), Syaikh Muhammad Khatîb Dûmâ al-Hanbalî (w. 1890) dan Syaikh ‘Umar Barakât al-Syâmî al-Biqâ’î (w. 1895).
Selain menyebut nama sejumlah guru yang menjadi sumber periwayatan dan sanad keilmuannya, Syaikh Nawawi juga menuliskan sumber sanad para gurunya tersebut. Syaikh ‘Abd al-Hamîd al-Dâghastânî, misalnya, disebut oleh Syaikh Nawawi mengambil silsilah keilmuan dan jalur periwayatan dari Syaikh Ibrâhîm al-Bâjûrî al-Azharî (w. 1860) pengarang Hâsyiah al-Bâjûrî ‘alâ syarah Fath al-Qarîb. Sementara itu, Sayyid Ahmad al-Nahrâwî mengambil silsilah keilmuan dari Syaikh Muhammad al-Fudhâlî al-Azharî (w. 1820) pengarang kitab Kifâyah al-‘Awâm, juga dari Syaikh ‘Alî al-Najjârî.
Syaikh Yûsuf al-Sunbulâwainî sendiri disebut mengambil silsilah periwayatan dari Syaikh ‘Alî bin Ahmad al-Najjârî, yang namanya telah disebutkan di atas. Adapun Syaikh ‘Umar Barakât al-Syâmî al-Biqâ’î disebut mengambil jalur periwayatan dari banyak ulama, yaitu Syaikh Ibrâhîm al-Bâjûrî; juga dari Syaikh Mushthafâ al-Muballath al-Ahmadî (w. 1867); juga dari Syaikh Muhammad bin Musthafâ al-Khudharî (w. 1870) pengarang Hâsyiah al-Khudharî ‘alâ syarah Ibn ‘Aqîl; juga dari Ibrâhîm bin ‘Alî al-Saqâ (w. 1880) pengarang Hâsyiah al-Saqâ ‘alâ syarah al-Bâjûrî ‘alâ al-‘Aqîdah al-Sibâ’iyyah. Guru Syaikh Nawawi lainnya, yaitu ‘Alî al-Râhibainî, disebut mengambil jalur silsilah keilmuan dari Syaikh Ahmad al-Dimyâthî (w. 1854), Syaikh ‘Umar al-Jabratî, dan Syaikh Ibrâhîm al-Saqâ.
* * * * *
Manuskrip ijâzah yang memuat sanad keilmuan Syaikh Nawawi al-Bantani sebagaimana beliau tuliskan sendiri untuk pertamakalinya dikaji dan diulas dalam karya terbaru berjudul “Syaikh al-Jâwiyyîn fî al-Balad al-Amîn”. Selain itu, kitab tersebut juga memuat fragmen gambar tulisan tangan asli Syaikh Nawawi al-Bantani, juga ulasan atas lebih dari 40 buah karya Syaikh Nawawi al-Bantani baik yang masih berupa naskah kuno tulis tangan (makhthûth) ataupun naskah cetak (mathbû’).
Segera pesan selama masa pre-order masih berlangsung hingga tanggal 26 Agustus 2026 nanti, melalui Gus Nanal Ainal Fauz Nanal Ainal Fauz (Turots Ulama Nusantara)