Bismillahirrohmaanirrohiim

Apakah Zakat Boleh Diberikan kepada Selain 8 Golongan Mustahiq?

Oleh Muhsin Pemalang 

Keempat: Apakah Zakat Boleh Diberikan kepada Selain Golongan Ini (8 golongan yang disebutkan di Al-qur'an)?

Mayoritas ahli fikih dari berbagai madzhab sepakat bahwa zakat tidak diperbolehkan untuk disalurkan kepada hal-hal selain yang telah disebutkan oleh Allah Ta'ala. Contoh hal yang tidak diperbolehkan tersebut antara lain:
 * Pembangunan masjid, jembatan, bendungan, dan tempat pengairan.
 * Pengerukan sungai dan perbaikan jalan raya.
 * Pengafanan jenazah dan pelunasan utang (mayit).
 * Menjamu tamu secara berlebihan.
 * Pembangunan pagar/benteng dan penyediaan sarana jihad seperti pembuatan kapal perang atau pembelian senjata.
Serta amal kebajikan lainnya yang tidak disebutkan oleh Allah Ta'ala di mana tidak terdapat unsur "pendistribusian kepemilikan" (tamlik) di dalamnya. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala:
"Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir..." 
(QS. At-Taubah: 60).

Penggunaan kata "Innama" (Sesungguhnya hanyalah) berfungsi sebagai pembatas (hashr) dan penetapan; yaitu menetapkan apa yang disebutkan dan meniadakan selainnya. Maka, zakat tidak boleh disalurkan untuk aspek-aspek di atas karena pada dasarnya tidak ditemukan unsur penyerahan hak milik kepada individu.
Pendapat Lain dalam Madzhab

Namun, Al-Kasani dalam kitab Al-Bada'i menafsirkan makna "Sabilillah" (Jalan Allah) mencakup seluruh bentuk amal kebajikan. Dengan demikian, setiap orang yang berusaha dalam ketaatan kepada Allah dan jalan kebaikan masuk ke dalam kategori ini jika ia membutuhkan. Alasannya, frasa "di jalan Allah" bersifat umum dalam hal kepemilikan, sehingga mencakup pembangunan masjid dan sejenisnya.

Beberapa ulama Hanafiyyah juga menafsirkan "Sabilillah" sebagai orang yang menuntut ilmu, meskipun pelajar tersebut adalah orang kaya. Anas dan Al-Hasan pun berpendapat: "Apa yang diberikan untuk pembangunan jembatan dan jalan, maka itu adalah sedekah (zakat) yang sah."

Sedangkan Imam Malik berpendapat: "Jalan Allah itu banyak, namun aku tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat bahwa yang dimaksud dengan 'Sabilillah' di sini (dalam ayat zakat) adalah peperangan (ghazwu)."
[Sumber: Wahbah az-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Juz 3, Hal. 1959.]
Wallahu a'lam bissowab
______________
رابعا ـ هل تعطى الزكاة لغير هذه الأصناف؟
رابعاً ـ هل تعطى الزكاة لغير هذه الأصناف؟ اتفق جماهير فقهاء المذاهب (1) على أنه لا يجوز صرف الزكاة إلى غير من ذكر الله تعالى من بناء المساجد والجسور والقناطر والسقايات وكري الأنهار وإصلاح الطرقات، وتكفين الموتى، وقضاء الدين، والتوسعة على الأضياف، وبناء الأسوار وإعداد وسائل الجهاد، كصناعة السفن الحربية وشراء السلاح، ونحو ذلك من القرب التي لم يذكرها الله تعالى مما لا تمليك فيه؛ لأن الله سبحانه وتعالى قال: {إنما الصدقات للفقراء} [التوبة:60/ 9] وكلمة «إنما» للحصر والإثبات، تثبت المذكور وتنفي ماعداه، فلا يجوز صرف الزكاة إلى هذه الوجوه؛ لأنه لم يوجد التمليك أصلاً.
لكن فسر الكاساني في البدائع سبيل الله. بجميع القرب، فيدخل فيه كل
من سعى في طاعة الله وسبيل الخيرات إذا كان محتاجاً؛ لأن «في سبيل الله» عام في الملك، أي يشمل عمارة المساجد ونحوها مما ذكر، وفسر بعض الحنفية «سبيل الله بطلب العلم ولو كان الطالب غنياً». قال أنس والحسن: «ما أعطيت في الجسور والطرق، فهي صدقة ماضية».
وقال مالك: سبل الله كثيرة، ولكني لا أعلم خلافاً في أن المراد بسبيل الله ههنا الغزو.
[وهبة الزحيلي، الفقه الإسلامي وأدلته للزحيلي، ١٩٥٩/٣]


.

PALING DIMINATI

Back To Top