Bismillahirrohmaanirrohiim

Membongkar Akidah Hizbut Tahrir

Lembaga kaderasi Ahlusunah Waljamaah Pondok Pesantren Sidogiri (Annajah III) menggelar seminar dengan tema menantang “Menyingkat Kesesatan Hizbut Tahrir” Sabtu (01/04/30). Seminar ini menghadirkan Habib Taufiq Assegaf dan KH Muhib Aman Aly sebagai narasumber. Keduanya merupakan ulama yang dikenal getol membendung gempuran berbagai aliran terhadap ajaran Ahlusunah.

Dalam presentasinya, KH Muhib Aman Aly banyak mengupas gerakan yang didirikan oleh Syekh Taqiyuddin an-Nabhani ini dari sisi akidah. Menurut beliau, gerakan HT lebih menonjolkan tujuan-tujuan gerakan yang diperjuangkannya daripada identitas gerakannya. Mereka lebih mengedepankan wacana tentang penegakan khilafah dari pada menampakkan akidah yang dianut. Hal ini, kata Gus Muhib—panggilan akrab KH Muhib—membuat banyak orang mudah terjebak.

Lebih lanjut, kiai muda yang pernah berdebat langsung dengan pentolan HT ini mengatakan, bahwa menurut penelitian ulama, HT sangat berbeda dengan Ahlusunah, baik dalam akidah atau syariah. Dalam kitab yang ditulis oleh pendiri HT disebutkan bahwa akidah yang dianut adalah Qadariyah (aliran yang meyakini bahwa manusia memiliki kekuatan untuk menentukan nasibnya). Sedangkan dalam syariah mereka lebih mengutamakan pendapat pimpinannya dari pada mengikuti pendapat ulama mazhab empat. Karena, menurut mereka persyaratan untuk melakukan ijtihâdul-hukm mudah.

Melengkapi penjelasan dari KH Muhib Aman Aly, Habib Taufiq menghimbau para generasi muda untuk lebih memperdalam akidah Ahlusunah. Selain itu, habib karismatik  itu juga memaparkan perlunya kretivitas dalam mengemas gerakan dakwah yang bermuatan Ahlusunah. Sebab, tabiat masyarakat Indonesia cenderung menyukai hal-hal yang baru. Terbukti ketika HT muncul di Indonesia dengan pola gerakan yang baru, banyak orang yang ikut bergabung. Padahal di negara asalnya, HT tidak laku. (Rofik Anwari)

Sumber Asli Klik Tautan berikut ini : http://sidogiri.net/index.php/berita/view/15


.

PALING DIMINATI

Back To Top