Bismillahirrohmaanirrohiim

UANG WAKTU DAN IBADAH (Oleh Jum’an Basalim)

Benjamin Franklin adalah tokoh penemu, diplomat dan jurnalis Amerika abad 18. Ia sangat peduli tentang waktu seperti ucapannya yang kini menjadi peribahasa: Early to bed, and early to rise, makes a man healthy, wealthy and wise. Ketika menjadi duta Amerika di Perancis tahun 1784 ia menyarankan agar penduduk Paris bangun sejam lebih awal agar siang hari lebih bermanfaat dan setidaknya menghemat penggunaan lilin, yang kalau dihitung mencapai angka cukup tinggi. Disarankan agar lilin dijatah, daun jendela dikenakan pajak dan lonceng gereja dibunyikan serta kanon ditembakkan saat matahari terbit. Pada tahun itu juga ia menulis esai Nasihat Untuk Seoran Pedagang Muda: Ingat bahwa waktu adalah uang. Kalau sehari dapat menghasilkan 10 shilling, berleha-leha setengah hari berarti membuang uang lima shilling. Esai itu ditulisnya untuk salah seorang sahabat yang telah meminta nasehat kepadanya. Sekedar nasehat untuk seorang teman agar jangan bermalas-malas.

Nampaknya saran bagun pagi dan jangan malas dari Benjamin telah bekembang menjadi Daylight Saving Time yaitu mengajukan jam pada musim panas hampir disemua negara barat sekarang. Dan Time is Money hampir menjadi rukun iman yang menjadikan kita hampir-hampir menyembah uang. Banyak orang memang terpesona oleh semboyan waktu adalah uang. Profesor Ian Walker dari Warwick University Inggris bahkan mempunyai rumus matematis yang dapat menghitung berapa rupiah harga semenit waktu. Menurut rumus V=(W((100-t)/100))/C itu, di Inggris harga waktu 1 menit rata-rata Rp. 1.500 (10 pence) untuk seorang pria dan Rp. 1.200 untuk wanita. Artinya, menyikat gigi 3 menit rugi Rp. 4.500,- mencuci mobil selama 30 menit rugi Rp. 45.000 dan macet dijalanan 2 jam sama dengan membuang uang hampir Rp. 200.000. Rumus yang bermanfaat untuk menuntut uang lembur. Atau memecat karyawan yang selalu telat masuk kantor.

Tetapi mengaitkan waktu dengan uang seperti itu tidak tentu benar karena waktu yang kita alami berbeda dengan waktu yang ditunjukkan oleh jam dan kalender. Pada tahun 1962 Michel Siffre seorang geologist Peracis mengurung diri dalam gua gelap dan baru keluar sesudah menurut perhitungannya 45 hari. Teryata tanggal menujukkan bahwa dia sudah berada dalam gua itu selama 61 hari. Ashabul Kahfi merasa hanya bebera hari tertidur di gua padahal mereka sudah tiga ratus tahun lebih berada disana. Kita memang selalu kekurangan baik uang maupun waktu. Dan tidak pernah menilai dan menggunakannya dengan benar. Kita selalu merugi dalam menggunakan waktu. Kecuali mereka yang telah mengunakannya untuk mengamalkan kebaikan, mentaati kebenaran dan meniti kesabaran.


.

PALING DIMINATI

Back To Top