Berikut adalah naskah khutbah Jum'at lengkap yang disusun berdasarkan rukun khutbah dengan tema "Mencapai Hakikat Puasa Ramadhan":
KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ الصَّوْمَ جُنَّةً لِأَوْلِيَائِهِ، وَفَتَحَ لَهُمْ بِهِ أَبْوَابَ الْجَنَّةِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، خَاتَمُ النَّبِيِّينَ وَسَيِّدُ الْمُرْسَلِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Jamaah Jum’at yang Dirahmati Allah, Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, karena kesudahan yang baik hanyalah milik orang-orang yang bertakwa. Saat ini kita berada di bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya Allah mewajibkan ibadah puasa sebagai salah satu rukun Islam yang agung.
Ma’asyiral Muslimin, Puasa secara bahasa berarti Al-Imsaku atau menahan diri. Sedangkan menurut syara', puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkannya dengan niat tertentu, dilakukan sepanjang hari dari terbit fajar hingga terbenam matahari oleh seorang Muslim yang berakal dan suci dari haid serta nifas.
Perlu kita pahami bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin menjelaskan bahwa puasa memiliki tiga tingkatan:
- Puasa Umum: Menahan perut dan kemaluan dari memenuhi syahwat.
- Puasa Khusus: Menahan pendengaran, penglihatan, lidah, tangan, kaki, dan seluruh anggota badan dari perbuatan dosa.
- Puasa Khususul Khusus: Puasanya hati dari cita-cita yang hina dan pemikiran duniawi, serta menahan hati agar tidak terpalingkan dari selain Allah SWT.
Jamaah yang Berbahagia, Puasa adalah ibadah batiniah yang didasari kesabaran semata, dan Allah SWT telah menyandarkan pahala puasa langsung kepada Dzat-Nya dengan firman-Nya dalam hadits qudsi: "Puasa itu bagi-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya." Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau kasturi, dan bagi mereka disediakan pintu khusus di surga yang bernama Ar-Rayyan.
Namun, kita harus waspada agar puasa kita tidak sia-sia. Rasulullah SAW memperingatkan bahwa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga. Hal ini terjadi jika seseorang tidak menjaga lisan dan anggota badannya. Lima perkara yang dapat merusak pahala puasa adalah: berdusta, mengupat (ghibah), mengadu domba (namimah), bersumpah palsu, dan memandang dengan syahwat.
Oleh karena itu, marilah kita hiasi puasa kita dengan niat yang benar di malam hari (tabyit), memperbanyak sedekah, tadarus Al-Qur'an, dan ber-i’tikaf, terutama di sepuluh malam terakhir Ramadhan.
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى فِيمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى.
Jamaah Jum’at yang Dimuliakan Allah, Di akhir khutbah ini, marilah kita berdoa agar puasa kita diterima oleh Allah SWT. Ingatlah bahwa tujuan utama puasa adalah agar kita menjadi hamba yang bertakwa. Mari kita isi hari-hari Ramadhan yang tersisa dengan memperbanyak zikir tahlil: Laa ilaha illallah, untuk memperbaharui iman kita. Semoga Allah memudahkan kita untuk istiqamah dan memberikan kita pertolongan (Ma'unah) untuk menyeberangi jembatan Shirath dan berkumpul bersama Rasulullah SAW di telaga Al-Haudh kelak di akhirat.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَجَمِيْعَ أَعْمَالِنَا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.